Langsung ke konten utama

Puisi Kehidupan Sosial

Batu yang Meminta



Hitam sudah tanah ini,
Betaburkan debu
Dan rintihan batu yang meminta
Di bawah teriknya hari

Dia lah batu
Dia lah debu
Batu yang tak terawat
Batu yang tak teringat

Aku ingat dia
Tapi dia hanya batu
Aku iba pada dia
Tapi dia hanya debu

Batu itu adalah iba
Batu itu berjuang
Untuk mereka
Yang belum menjadi batu

Satu koin
Dua koin
Dia selalu kumpulkan
Dia selalu simpan

Koin itu adalah impian
Impian dari tangan ke tangan
Impian untuk
Menjadi batu yang hidup

Tapi tetap saja
Aku hanya melihat sebuah batu
Karena batu itu hanya meminta
Tidak berusaha


Note:

Puisi ini menceritakan tentang kehidupan pengemis yang meminta dipinggir jalan. Pengemis yang selalu meminta belas kasihan terhadapa lingkungan sekitar ia mengemis. Hal ini yang mencuri perhatian saya. Karena setiap orang akan iba melihat pengemis. Akan tetapi, banyak juga yang mengabaikan. Karena menurut kebanyakan orang mereka memanfaatkan iba hanya untuk uang. Apabila mereka ingin mendapatkan rezeki, seharusnya mereka berusaha, bukan mengemis.


Handi IRawan
14114733
1KA25

Komentar

Posting Komentar